Total Tayangan Halaman

Entri Populer

Minggu, 18 April 2010


Berapa Banyak Kulit Membutuhkan Air?  

Siagian Priska


Liputan6.com, Jakarta: Sebuah tips sehat dan cantik melontarkan nasihat jitu praktisi kesehatan untuk mengkonsumsi delapan gelas sehari. Syahdan, pasokan delapan gelas tadi bakal membuat kulit jauh dari kusam dan kering. Namun, apakah delapan gelas adalah takaran ideal? Apa yang terjadi pada kulit jika minum terlalu banyak air?

Dr. Leslie Baumann, direktur dari Baumann Cosmetics and Research Institute di Miami Beach, Amerika Serikat, menuturkan bahwa setiap sistem tubuh membutuhkan air agar berfungsi dengan baik. Dan kulit masuk di dalamnya.

Tapi jika kulit sudah kadung kering, maka yang harus dipertimbangkan bukan sekadar jumlah gelas air putih yang harus ditambahkan ke dalam tubuh. Melainkan seberapa baik kulit kita mengeluarkan pelembap alaminya. Karena sebenarnya, setiap kita memiliki pelindung kulit yang berfungsi mengunci kelembapan dengan cara memastikan sel-sel kulit mengikat air dengan sempurna.

Hanya saja kondisi eksternal seperti sering berada di ruangan ber-AC, atau panas terik matahari, dan polusi udara membuat sel-sel kulit merenggang yang kemudian diikuti dengan melonggarkan “kunci” pengikat air. Tidak berhenti sampai di sana, kondisi ini akan membuat kulit semakin kering dan kerutan-kerutan pun tak bisa dihindari.

Baumman punya jalan keluar. Misalnya, mengkonsumsi makanan yang kaya akan omega-3 seperti ikan salmon dan biji rami atau flaxseed. Makanan-makan ini yang nantinya akan menjadi pelindung kulit baru untuk mengunci air lebih kuat.

Lalu bagaimana dengan takaran delapan gelas air putih setiap hari? Bagi Baumman, delapan gelas bukanlah ukuran yang harus menjadi patokan semua orang. “Jangan salah sangka dulu. Saya ingin mengingatkan, bahwa tubuh membutuhkan 20 air dari makanan dan minuman. Dan bicara mengenai minuman, cangkir kopi serta teh yang kita nikmati itu juga masuk hitungan," kata Baumman.

Artinya, Dia menambahkan, ukuran ideal untuk mengkonsumsi air sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuh dan tingkat aktivitas. “Tapi jika kita berbicara sumber air yang paling baik untuk kulit, jawaban konkretnya hanya satu, yaitu air putih.”

Sedangkan untuk minuman seperti jus, Baumman mengingatkan agar tidak ditambahkan dengan gula. Pasalnya, gula adalah satu dari sederet penyebab kerutan wajah. Alternatif lainnya, Baumman menyarankan agar kita menikmati teh hijau yang memang kaya akan antioksidan. “Setelah semuanya dilakukan dengan benar, saya ucapkan selamat menikmati kulit indah dan sehat Anda.”(Siagian Priska)

Berapa Banyak Kulit Membutuhkan Air?  

Siagian Priska


Liputan6.com, Jakarta: Sebuah tips sehat dan cantik melontarkan nasihat jitu praktisi kesehatan untuk mengkonsumsi delapan gelas sehari. Syahdan, pasokan delapan gelas tadi bakal membuat kulit jauh dari kusam dan kering. Namun, apakah delapan gelas adalah takaran ideal? Apa yang terjadi pada kulit jika minum terlalu banyak air?

Dr. Leslie Baumann, direktur dari Baumann Cosmetics and Research Institute di Miami Beach, Amerika Serikat, menuturkan bahwa setiap sistem tubuh membutuhkan air agar berfungsi dengan baik. Dan kulit masuk di dalamnya.

Tapi jika kulit sudah kadung kering, maka yang harus dipertimbangkan bukan sekadar jumlah gelas air putih yang harus ditambahkan ke dalam tubuh. Melainkan seberapa baik kulit kita mengeluarkan pelembap alaminya. Karena sebenarnya, setiap kita memiliki pelindung kulit yang berfungsi mengunci kelembapan dengan cara memastikan sel-sel kulit mengikat air dengan sempurna.

Hanya saja kondisi eksternal seperti sering berada di ruangan ber-AC, atau panas terik matahari, dan polusi udara membuat sel-sel kulit merenggang yang kemudian diikuti dengan melonggarkan “kunci” pengikat air. Tidak berhenti sampai di sana, kondisi ini akan membuat kulit semakin kering dan kerutan-kerutan pun tak bisa dihindari.

Baumman punya jalan keluar. Misalnya, mengkonsumsi makanan yang kaya akan omega-3 seperti ikan salmon dan biji rami atau flaxseed. Makanan-makan ini yang nantinya akan menjadi pelindung kulit baru untuk mengunci air lebih kuat.

Lalu bagaimana dengan takaran delapan gelas air putih setiap hari? Bagi Baumman, delapan gelas bukanlah ukuran yang harus menjadi patokan semua orang. “Jangan salah sangka dulu. Saya ingin mengingatkan, bahwa tubuh membutuhkan 20 air dari makanan dan minuman. Dan bicara mengenai minuman, cangkir kopi serta teh yang kita nikmati itu juga masuk hitungan," kata Baumman.

Artinya, Dia menambahkan, ukuran ideal untuk mengkonsumsi air sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuh dan tingkat aktivitas. “Tapi jika kita berbicara sumber air yang paling baik untuk kulit, jawaban konkretnya hanya satu, yaitu air putih.”

Sedangkan untuk minuman seperti jus, Baumman mengingatkan agar tidak ditambahkan dengan gula. Pasalnya, gula adalah satu dari sederet penyebab kerutan wajah. Alternatif lainnya, Baumman menyarankan agar kita menikmati teh hijau yang memang kaya akan antioksidan. “Setelah semuanya dilakukan dengan benar, saya ucapkan selamat menikmati kulit indah dan sehat Anda.”(Siagian Priska)

Minum Air Putih Dapat Berbahaya bagi Bayi


 | Info Kesehatan
dr.Tri Rejeki Herdiana
 
Liputan6.com, Jakarta: Bayi berusia dibawah enam bulan sebaiknya jangan pernah diberikan air untuk diminum. Demikian yang diingatkan oleh para ilmuwan dari John Hopkins Children’s Center di Baltimore, Amerika Serikat, kepada para orang tua. Mengonsumsi air terlalu banyak dapat meningkatkan kondisi yang berbahaya pada bayi, atau yang disebut sebagai intoksikasi air.

Menurut dr. Jennifer Anders, seorang ahli kegawatdaruratan anak dari John Hopkins Children’s Center, walaupun bayi sangat kecil, mereka memiliki refleks haus atau perangsang untuk minum. Ketika mereka merasa haus dan ingin minum, cairan yang diperlukan untuk diminum adalah air susu ibu atau susu formula.

Menurut Anders, ginjal bayi belum matang. Memberi mereka banyak air akan menyebabkan tubuh bayi mengeluarkan natrium akibat kelebihan cairan. Kehilangan natrium dapat mempengaruhi aktivitas otak. Gejala awal dari intoksikasi air adalah iritabilitas (merengek-rengek), mengantuk, dan perubahan mental lainnya. Gejala lain yang dapat muncul adalah menurunnya suhu tubuh, edema atau bengkak disekitar wajah, dan kejang.

Gejala awal yang muncul memang terkadang kurang jelas, sehingga orang tua baru menyadari ketika bayi mereka kejang. Namun, dengan penanganan yang cepat, gejala kejang kemungkinan tidak akan muncul.

Orang tua juga sebaiknya menghindari pemberian susu formula dengan pengenceran yang berlebihan, atau minuman anak yang mengandung elektrolit.

Untuk beberapa kasus, mungkin tepat untuk memberikan air dalam jumlah kecil, misalnya dalam keadaan konstipasi dan pada saat cuaca panas. Namun sebaiknya orang tua mengonsultasikan hal tersebut dengan dokter ahli anak. Pemberian air pada bayi hanya diperbolehkan sebanyak satu hingga dua ons air pada setiap pemberiannya.

Apabila orang tua merasa bayi mereka mengalami intoksikasi air, atau ketika bayi mereka kejang, sebaiknya mereka segera memberikan perhatian secara medis.(LUC)